Drone Taxi: Solusi Kemacetan Masa Depan?

Ya..ya..ya.. sudah tidak diragukan lagi jika drone dapat melakukan banyak hal di masa kini. Seperti drone SOLO dari 3DR, bisa digunakan untuk memotret, syuting film, pemetaan lahan konstruksi atau pertambangan, bertani, virtual-reality travel, untuk jurnalisme, untuk bisnis retail online hingga membuka peluang bisnis baru lainnya. Pokoknya banyak deh! Apa kamu bisa menambahkan hal unik lainnya yang bisa dilakukan dengan teknologi drone?

Tetapi teknologi drone tidak berhenti sampai di saat ini saja. Para pengembang teknologi terus melahirkan inovasi baru dalam teknologi drone yang diharapkan dapat digunakan oleh masyarakat luas. Dan inovasi lain dari drone yang cukup mengejutkan adalah drone taxi!

Sebuah taksi…drone? Ya, beberapa pengembang teknologi merancang drone yang dapat mengangkut penumpang dan mengantarkan mereka sampai ke tujuan. Hmm, padahal kan drone merupakan pesawat nirawak, sebagian besar berbentuk mini. Apa bukan berarti ini semacam sebuah helikopter?

Ini Drone, bukan Helikopter (Apalagi Taksi!)

Perusahaan China bernama EHang merupakan perancang dari drone taxi yang bernama 184. Prototype drone ini sendiri telah diperkenalkan oleh sang perusahaan pada acara Consumer Electronics Show di Las Vegas pada awal tahun ini, dengan tinggi 1,2 meter, berat 200kg, dan memiliki 8 (delapan) propeller.

Drone 184 sebenarnya adalah sebuah quadcopter besar yang dirancang untuk membawa seorang penumpang, tanpa memerlukan seorang pilot. Yup! Lebih mengagetkannya lagi, tidak ada alat pengendali apapin di dalam ruangan/area cockpit. Tidak ada benda semacam joystick, setir tangan, tombol, switches, atau panel pengendali. Tidak ada, hanya ada sebuah tempat duduk untuk penumpang dan penyangga tablet.

Loh? Terus cara mengendalikan dan menerbangkannya? Tenang, tenang. Untuk menerbangkannya, pengguna drone 184 cukup duduk di area cockpit dan menyalakan mesin dengan aplikasi mobile yang menyertai drone ini, lalu pilih tempat yang menjadi tujuanmu mendarat. Dari situ, kemudian drone akan mengambil alih semua penerbangan dan navigasi secara sendiri. Ia akan mencari rute terbaik untuk mengantarkan penumpangnya sampai ke tujuan. Penumpang atau penggunanya hanya perlu duduk dan menikmati perjalanan—dan kamu tidak membutuhkan lisensi pilot untuk mengendarai drone taxi ini.

Nama drone “184” ini diambil dari fungsinya yang dapat membawa satu penumpang, memiliki propeller berjumlah 8 dan memiliki 4 lengan. Drone 184 dapat mengangkut beban maksimum 220 pound (setara hampir 100kg), dan pengeluaran maksimum 106W, ditenagai oleh 8 motornya. Didesain untuk membawa satu penumpang selama 23 menit dengan kecepatan rata-rata 62 mil/jam (100 km/jam).

“Sudah menjadi tujuan hidup saya untuk membuat penerbangan yang lebih cepat, lebih muda, dan lebih nyaman dari yang pernah ada,” ujar Huazhi Hu, pendiri dan CEO EHang, “184 menyediakan solusi yang layak untuk banyak persaingan yang dihadapi industri transportasi dalam cara yang lebih aman dan efisiensi energy. Saya sangat percaya EHang akan membuat dampak global melalui lusinan industri melebihi perjalanan personal. Drone 184 menggugah masa depan yang selalu kita impikan dan memancing perubahan yang paling mendasar dari cara di sekitar kita.”

Drone 184 ini tidak memiliki fungsi passenger over-ride, yang artinya penumpang atau penggunanya tidak dapat mengambil alih kendali bilamana ada keadaan darurat. Jika terjadi malfungsi, drone akan mendarat di area yang tersedia terdekat.

Uji Coba Terbang Pertama di Amerika Serikat

Kabar terbaru saat ini, perusahaan akan melakukan uji terbang pertama drone taxi mereka di salah satu Negara Amerika Serikat. Lalu, bagaimana dengan perizinannya? Drone kecil yang digunakan banyak orang saat ini masih menemui kesulitan dan hal-hal kontroversial dalam masalah perizinan, bagaimana dengan drone besar yang dapat membawa penumpang?

Nevada Institute for Autonomous System (NIAS) secara resmi memberikan izin untuk drone 184 untuk diujikan di Nevada. Bahkan, perusahaan tersebut menawarkan bantuan pada perusahaan untuk memberikan hasil uji terbang tersebut pada FAA (Federal Aviation Administration) agar bisa mendapatkan persetujuan lebih lanjut dari mereka. Perusahaan juga menerima perizinan dari Governor’s Office of Economic Development (GOED) untuk menerbangkan drone 184 di Nevada.

“Negara Nevada, melalui NIAS, akan membantu membawa EHang melewati proses peraturan FAA dengan tujuan utama mendapatkan penerbangan yang aman,” ujar Tom Wilczek, seorang defence specialist di GOED.

Huazhi Hu, sendiri berkata, “Bekerja sama dengan GOED dan NIAS adalah langkah besar bagi EHang 184 untuk maju ke persetujuan peraturan pemerintah terhadap inovasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di U.S dan secara Global, yang akan meletakkan dasar untuk komersialisasinya dan membantu ekosistem aerial di masa depan.”

Tidak dijelaskan, apakah drone 184 akan membawa penumpang saat uji terbang atau tidak. Namun dengan terbukanya perizinan untuk menerbangkan drone taxi ini, Ehang berharap ini menjadi langkah pertama untuk membuat teknologinya tersedia secara meluas.

Nevada merupakan Negara pertama yang mengizinkan pengujian driveless car, dan kini mereka mengizinkan drone taxi 184 untuk melakukan uji terbang.

Lompatan Besar

Peraturan drone komersil telah terbukti rumit di Negara Amerika Serikat dan Eropa, dan beberapa pihak ragu drone berpenumpang ini akan bisa lepas landas dari atas tanah.

“Rasanya perjalanannya panjang,” ujar Douglass McNeill, senior analyst di konsultan Macquarie. “Drone pertama perlu membuktikan mereka berharga dalam peran yang kurang menghadapi orang seperti mengantarkan kargo kecil.”

“Pertanyaan selanjutnya, apakah orang-orang memiliki keinginan untuk terbang dalam aircraft tanpa pilot, dan sepertinya itu merupakan lompatan besar. Orang-orang sensitif dengan pengurangan waku perjalanan, dan jika drone dapat melakukan hal tersebut maka sebuah keunggulan yang besar—namun saya tidak yakin benda itu bisa.”

“Konsumen terbawa oleh apa yang dikatakan oleh peraturan itu aman. Jika mereka mengatakan drone itu aman, orang-orang mungkin menginginkannya.”

Dr. Mirko Kovac, direktur Aerial Robotics Lab di Imperial College London mengatakan, “Passenger drone memiliki potensial yang besar. Mereka dapat mengurangi kemacetan, menawarkan penerbangan dalam lingkungan yang menantang dan di Negara berkembang di mana infrastruktur jalan tidak mengalami kemajuan.”

“Kami bahkan tidak memikirkan tentang pesawat besar yang terbang melintasi kota yang autopilot. Tapi, orang-orang takut dengan drone, beberapa di antaranya boleh jadi teknologi robotika yang mirip.”

“Saya pikir masyarakat akan menguasai teknologi ini ketika sudah lebih terbukti.”

Wah.. membayangkan drone menjadi sebuah kendaraan tentunya sangat futuristik ya? Bagaimana pendapatmu mengenai inovasi yang satu ini? Apa bisa menjadi sebuah kendaraan yang mengurangi kemacetan di dunia?

Kalau menjadi kenyataan dan sudah digunakan di Indonesia, pastinya sangat keren dong! Kalau begitu, mulailah membiasakan dirimu dengan teknologi drone! Beli SOLO smart drone dari 3DR, drone pintar teknologi canggih masa kini. Lihat harga dan spesifikasi terbaru SOLO 3DR di Halo Robotics!

Jangan lupa juga ikuti sosial media Halo Robotics seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Google+ untuk mendapatkan informasi teknologi terkini setiap harinya.

#pesawat #Aviation #Drone #smartdrone #taxidrone #solo #Indonesia

0 views

BETTER BUSINESS THROUGH TECHNOLOGY

Pondok Pinang Center, Block C16-18

South Jakarta, Indonesia 12310

Offices: +6221 7699 123
WhatsApp: +6281 18 549 888

enterprise@halo-robotics.com

  • White Instagram Icon
  • White YouTube Icon
CONTACT US:

If you would like to learn more or schedule a demo, please feel free to contact us to connect further.

© 2020 by PT. Halo Indah Permai (Halo Robotics)