• Halo Robotics

Pemetaan Teknik Fotogrametri Tradisional VS Drone

Keywords: Mapping, Pemetaan, Fotogrametri, Drone, 3D Mapping, Teknologi, Terestrial, DJI, Phantom 4 RTK, DJI Terra


Penelitian menunjukkan bahwa dengan terdapatnya teknologi drone untuk 3D mapping dalam teknik fotogrametri memberikan efek posItif bagi para inspektor area saat melakukan pemetaan, dibandingkan dengan melakukannya lewat metode pemetaan terestrial tradisional, sehingga survei terestrial yang sebelumnya sangat menantang dan terasa rumit, menjadi lebih mudah dan lebih efektif dengan drone yang khusus menyediakan solusi untuk pemetaan 3D.


Jika biasanya para profesional survei area terlalu bergantung dengan alat alat seperti total station, penerima GPS dan pemindai laser tanah dalam usahanya untuk mendapatkan data spasial dengan resolusi yang tinggi pada topografi permukaan tanah, drone yang diperuntukkan khusus untuk pemetaan secara 3D tidak perlu memerlukan alat-alat tersebut, dan tentunya dapat memberikan efek pemetaan terestrial yang lebih efektif lewat cara yang mudah. Survei topografi terrestrial merupakan kegiatan pemetaan untuk mengidentifikasi dan memetakan kontur atau profil permukaan tanah serta medan yang berada diatas permukaan tanah, termasuk objek alami maupun buatan manusia.


Gambar 1: Profesional Survei Area sedang melakukan pemetaan secara tradisional, dimana pemetaan ini sangat tidak efektif dan efisien, karena pengaplikasiannya yang rumit dan keterbatasan cakupan area yang diamati juga memakan waktu lebih lama.


Banyaknya limitasi dalam melakukan survei pemetaan terestrial secara tradisional, membuat para Profesional Survei harus berpacu dengan waktu untuk menghadapi kedinamisan permintaan dari konsumen dan atasan mereka untuk dapat memberikan data hasil pemetaan 3D dalam waktu yang singkat, oleh karena itu drone khusus pemetaan dijadikan pilihan prioritas untuk memberikan solusi pemetaan 3D untuk survei terestrial yang efektif dan efisien.


Gambar 2: Perbandingan menggunakan pengamatan secara tradisional vs bantuan drone


Para peneliti menggunakan drone DJI Inspire 2 yang dilengkapi dengan sistem PPK GNSS presisi tinggi dan kamera Zenmuse X4S data drone nya diketahui dapat dimodelkan dengan baik (tempat parkir, lapangan, dan atap) serta fitur yang kurang di inginkan untuk dimodelkan dengan baik lewat fotogrametri udara (dinding, kabel overhead, dan tanah di bawah vegetasi). Para peneliti menggunakan data dari beberapa gambar untuk mengisi fitur yang terlewatkan atau terdistorsi.


Singkatnya, drone saat ini telah menjadi tambahan yang sangat berharga dalam perangkat surveyor darat dan semakin menambah atau mengganti metode survei terestrial untuk banyak aplikasi. Drone pemetaan generasi berikutnya seperti DJI Phantom 4 RTK sudah memungkinkan surveyor untuk mencapai akurasi data level sentimeter sambil membutuhkan lebih sedikit titik kontrol. Dan dengan perangkat lunak pemetaan yang kuat seperti DJI Terra yang memungkinkan ortomosis 2D dan model 3D dengan akurasi absolut yang lebih baik, sehingga para profesional survei dapat memperoleh kualitas output yang diinginkan untuk proyek-proyek penting.


Rencanakan pemetaan terestrial anda hanya dengan ahlinya disini ^_^


Punya pertanyaan? Kami sangat senang dalam menjawabnya, silahkan hubungi kami

enterprise@halo-robotics.com

+62811-8549-888

BETTER BUSINESS THROUGH TECHNOLOGY

Pondok Pinang Center, Block C16-18

South Jakarta, Indonesia 12310

Offices: +6221 7699 123
WhatsApp: +6281 18 549 888

enterprise@halo-robotics.com

  • White Instagram Icon
  • White YouTube Icon
CONTACT US:

If you would like to learn more or schedule a demo, please feel free to contact us to connect further.

© 2020 by PT. Halo Indah Permai (Halo Robotics)