• Halo Robotics

Drone DJI Untuk Membasmi Nyamuk Malaria

Keywords: Drone, Malaria, Teknologi, Inovasi, Safety Drone


Angka kematian akibat Malaria di Indonesia mencapai 261.671 kasus pada tahun 2017 (detikhealth.com). Angka yang cukup mengejutkan untuk bumi Ibu Pertiwi. Mengingat adanya hal ini, sudah banyak negara lain yang menerapkan metode luar biasa untuk mengatasi Malaria. Negara-negara tesebut diantaranya Tanzania. Metode yang digunakan adalah melakukan pembasmian malaria dengan drone. Dengan drone? bagaimana bisa? efektifkah tindakan tersebut? dapatkah diimplementasikan di Indonesia?


Oke, kita akan membahas pertanyaan-pertanyaan tersebut satu persatu. Metode yang sudah umum dilakukan di Indonesia dalam membasmi malaria adalah banyak Industri membuat klambu yang tahan berjam-jam dari serangan nyamuk, usaha untuk melibatkan banyak pemangku kepentingan, tak terkecuali ibu-ibu yang tergabung dalam PKK untuk menjadi anggota Kader Jumantik dan dalam lingkup yang lebih besar, pemerintah melakukan upaya penyemprotan di dalam ruangan juga sudah menggunakan vaksin malaria yang paling menjanjikan, yakni RTS, S. Namun, usaha- kurang efektif dan belum memberikan dampak yang cukup signifikan.


Jadi kenapa harus dengan drone? Pesawat tanpa awak (drone) dapat mengidentifikasi akar penyebaran malaria, oleh karena itu, public safety drone membawa sebuah terobosan besar yang diberikan sebagai upaya untuk mengidentifikasi setiap sumber larva dari nyamuk Malaria. Jika pada umumnya teknik survei lapangan mengetahui habitat berkembambiaknya nyamuk secara tradisional dilakukan dengan berjalan kaki melintasi medan yang rumit, sulit dan berbahaya serta tidak ada kemungkinan untuk mengumpulkan hasil representasi yang akurat untuk area yang lebih basar, maka drone khusus membasmi larva dari nyamuk malaria berfungsi sebaliknya.


Drone khusus basmi malaria ini harganya relatif murah, dapat digunakan kapan saja, terbang di medan yang sulit, dan mengumpulkan gambar dengan resolusi lebih tinggi. Kecerdasan spasial terperinci yang dikumpulkan oleh drone dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan merekam dengan cepat setiap badan air yang berpotensi menghasilkan generasi vektor malaria berikutnya. Berdasarkan kecerdasan spasial ini, kita dapat membentuk rencana tindakan yang terperinci untuk mengendalikan populasi nyamuk penular malaria.


Gambar 1: Drone khusus basmi malaria dapat digunakan untuk memetakan setiap sumber air yang menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Malaria.


Drone dari DJI dan teknik penginderaan jarak jauh dapat melakukan lebih dari sekedar mengidentifikasi lokasi perkembangbiakan nyamuk potensial. Penelitian yang menjanjikan menunjukkan bahwa pencitraan multispektral jarak jauh dapat memainkan peran utama dalam menentukan dengan tepat sumber air mana yang menampung larva nyamuk, bahkan memprediksi perairan mana yang harus kita prioritaskan untuk perawatan. Pencitraan multispektral menangkap cahaya dari banyak gelombang melintasi spektrum elektromagnetik, termasuk panjang gelombang mata manusia yang tidak dapat melihat. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang pencitraan multispektral, tanya di sini.


Halo Robotics sangat percaya bahwa teknologi, kreativitas, dan kolaborasi dapat membantu menjadikan Indonesia sebagai tempat yang lebih aman dan lebih sehat.


Tell me more about public safety drone!


Pertanyaan dan Solusi Drone Lainnya, silahkan hubungi kami lewat kontak dibawah ini


enterprise@halo-robotics.com

+62811-8549-888

BETTER BUSINESS THROUGH TECHNOLOGY

Pondok Pinang Center, Block C16-18

South Jakarta, Indonesia 12310

Offices: +6221 7699 123
WhatsApp: +6281 18 549 888

enterprise@halo-robotics.com

  • White Instagram Icon
  • White YouTube Icon
CONTACT US:

If you would like to learn more or schedule a demo, please feel free to contact us to connect further.

© 2020 by PT. Halo Indah Permai (Halo Robotics)