Drone Mulai Terbang untuk Menyelamatkan Nyawa Manusia

Keluarnya peraturan drone komersial terbaru oleh FAA menjadi sebuah kabar baik untuk pengguna drone, khususnya pihak yang menggunakan drone sebagai alat untuk bisnis mereka.

Di luar negeri sendiri, drone tidak hanya digunakan untuk membuat film atau sebagai alat yang dapat menghasilkan keuntungan besar. Drone seperti 3DR SOLO sudah digunakan untuk bertani, meliput berita, survei dan pemetaan. Perusahan besar seperti Google dan Amazon bahkan ingin menggunakan drone untuk mengantarkan pesanan konsumen mereka.

Berbicara mengenai pengiriman menggunakan drone, rupanya tidak hanya digunakan untuk mengantarkan paket belanja saja. Sebuah lembaga non-profit siaga bencana alam, Field Innovation Team, telah menguji coba pengiriman obat-obatan dan suplai medis dari dek kapal ke garis pantai New Jersey, sehari setelah peraturan baru FAA keluar.

Penerbanganya tersebut dirancang untuk menguji apakah drone dapat digunakan untuk membawa suplai medis manusia ke area yang tidak dapat diakses selama badai besar, gempa, atau bencana alam lainnya.

Perusahaan drone Flirtey, yang mengurus pengiriman suplai medis oleh drone berbasis darat pertama kali ke klinik kesehatan di pedalaman pada bulan Juli 2015, menerbangkan sampel medis untuk Camp May dalam bekerja sama dengan Dr. Timothy Amukele, asisten professor dari patologi di Johns Hopkins University School of Medicine.

Seperti yang sudah disebutkan di awal, drone memang sudah digunakan untuk mengantar barang. Namun…. sampel biologis, “Tidak seperti sebuah buku atau sepasang sepatu, mereka benda yang cukup rentan,” ujar Amukele.

“Contohnya, jika darah diletakkan di bagian belakang sepeda motor, guncangan yang disebabkan oleh motor dan getarannya dapat menghancurkan sampel,” ujar Amukele, “Kami ingin melihat tugas apa yang bisa dilakukan drone dan jika drone memiliki efek yang sama pada sampel yang mereka bawa.”

Sekitar 100 orang melihat ke atas, drone-drone beterbangan di antara sebuah kamp pertolongan medis dan sebuah fasilitas uji coba pada kapal yang berlabuh di Delaware Bay. Drone-drone tersebut membawa dari kapal ke kamp medis, sementara sampel darah dan kebutuhan medis lainnya diterbangkan di antara situs-situs.

“Bayangkan masa depan di mana ada peristiwa bencana alam seperti badai pasir, drone kami akan dengan cepat mengirimkan suplai medis, makanan, dan air darurat,” ujar chief executive Flirtey, Matt Sweeny, “Peragaan ini membantu untuk membuat masa depan itu menjadi nyata.”

Menurut United Nations, delapan dari 10 kota besar di dunia adalah daerah garis pantai, dan lebih dari 3 miliyar orang atau 44% dari populasi dunia tinggal di dalam 95 mil dari garis pantai.

Amukele percaya ini akan memakan waktu 5 tahun sebelum drone digunakan secara umum di situasi bencana. Dia mencatat bahwa sekitar 59 negara saat ini memiliki regulasi drone, jadi para responden perlu mengetahui peraturan apa yang digunakan oleh negara lain.

Lembaga-lembaga bantuan kemanusiaan setuju bahwa drone dapat berguna dalam operasi tertentu untuk mengumpulkan data dan gambar di tempat infrastruktur rusak atau kekurangan, termasuk di Filipina setelah Topan Haiyan pada bulan November 2013. Tapi mereka mengingatkan kalau bantuan kemanusiaan drone dapat dianggap keliru untuk drone militer.

“Besar potensinya bagi drone untuk mengantarkan paket kecil namun menyelamatkan nyawa seseorang, seperti vaksin,” ujar George Fenton, direktur inovasi kemanusiaan di World Vision International yang berbasis di London. “Potensi kekeliruan antara aksi militer dan pekerjaan kemanusiaan itu besar, dan kami harus memprosesnya secara hati-hati.”

Berbeda dari pergerakan US, saat ini perundang-undangan UK mendiktat bahwa drone tidak dapat diterbangkan di dalam jangkauan 50 meter dari bangunan atau seseorang, atau dalam jangkauan 150 meter dari area built-up. Tinggi maksimum penerbangan juga hanya 400 ft, sementara drone harus berada dalam jarak pandang dan dalam jangkauan 500 meter dari sang pilot, yang terbatas untuk menggunakan drone dengan tujuan pengiriman atau pengamatan.

Pilot drone harus melengkapi kursus latihan dan mendaftar untuk mendapatkan perizinian dari Civil Aviation Authority untuk menerbangkan drone dengan tujuan komersial.

Bagaimana kelanjutan penggunaan drone untuk bidang kemanusiaan? Uji coba penerbangan untuk mengantarkan kebutuhan medis ke New Jersey ini, menandai pengiriman pertama dari kapal ke pantai di Amerika Serikat.

Semoga drone untuk tugas kemanusiaan ini memiliki perkembangan yang lebih baik lagi, seiring dengan regulasi drone yang sudah memberikan kebebasan bagi drone untuk melakukan berbagai pekerjaan. Sehingga bantuan yang kini susah dikirimkan ke area bencana yang membutuhkan, dapat dikirim lebih mudah dan aman.

Ingin mencoba teknologi drone terkini? Cek SOLO smart drone dari 3DR di Halo Robotics! Lihat spesifikasi lengkapnya agar kamu dapat membayangkan tugas keren seperti apa yang bisa SOLO lakukan!

Jangan lupa juga ikuti sosial media Halo Robotics seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Google+ untuk mendapatkan informasi teknologi terkini setiap harinya.

#pesawat #Aviation #Drone #smartdrone #solo #Indonesia

0 views

BETTER BUSINESS THROUGH TECHNOLOGY

Pondok Pinang Center, Block C16-18

South Jakarta, Indonesia 12310

Offices: +6221 7699 123
WhatsApp: +6281 18 549 888

enterprise@halo-robotics.com

  • White Instagram Icon
  • White YouTube Icon
CONTACT US:

If you would like to learn more or schedule a demo, please feel free to contact us to connect further.

© 2020 by PT. Halo Indah Permai (Halo Robotics)