Berwisata Virtual Di Tengah Pandemi Dengan Drone

Keywords: Virtual Reality, Drone, Teknologi, UAV, Pariwisata


Pernah terbayangkan olehmu, bisa keliling dunia dan melihat situs-situs atau landmark terkenal di berbagai Negara hanya dari rumahmu saja?


Tidak, kamu tidak akan melihat pemandangan menakjubkan dari berbagai Negara seperti yang pernah ditayangkan acara televisimu. Sensasinya berbeda, dan semua itu berkat kecanggihan teknologi drone.


Ya, terima kasih atas kecanggihan drone yang semakin mutakhir, serta kehadiran teknologi virtual-reality yang menakjubkan. Perpaduan dua produk ini mulai memunculkan semacam “Virtual Tourism”.


Inovasi dalam bidang pariwisata menggunakan drone dan teknologi virtual-reality ini dimulai oleh Prof. Dr. Helmut Hlavacs dari University of Vienna. Ia telah mengembangkan sebuah sistem yang membuat seseorang dapat mengunjungi berbagai destinasi menarik dari berbagai Negara secara virtual, dengan drone mereka. Hal yang perlu dilakukan adalah mengenakan sebuah kacamata virtual-reality di rumah, dan kamu dapat melihat tempat wisata pilihanmu melalui kamera drone.


Tapi keistimewaannya tidak hanya sampai di situ. Cobalah gerakan kepalamu ke kiri atau ke kanan, layaknya sedang melihat sekeliling. Maka tampilan virtual pada kacamatamu akan ikut berubah. Hal itu disebabkan sorotan kamera drone mengikuti arah gerakan kepalamu.


Jangan lupa kalau drone dapat mengambil gambar dari sudut pandang yang susah dijangkau secara normal. Jadi, terbangkan drone pada sudut pandang yang berbeda, kamu akan mendapatkan pemandangan yang mungkin tidak bisa kamu lihat sekalipun berada di sana!


“Dari penerbangan tersebut, kamu bisa mendapatkan pemandangan yang terbaik dari destinasi itu, hal yang mungkin tidak bisa kamu lihat secara biasa sekalipun kamu berjalan-jalan melewati tempat tersebut,” ujar Antonio Gentile, pendiri Inform Amuse, start-up aplikasi arkeologi dan salah satu peneliti yang bekerja sama dengan Hlavacs.


Inovasi Teknologi dalam Bidang Pariwisata


Segala sesuatu yang berhubungan dengan drone dan virtual memang sedang menjadi tren. Dan ketika kedua produk tersebut digabungkan menjadi satu, tentunya dapat menjadi sebuah inovasi terbaik untuk diterapkan, seperti di dalam bidang pariwisata yang dilakukan oleh Hlavacs dan timnya.


Menurut Hlavacs, drone dapat menyediakan satu bentuk pariwisata yang murah, menyenangkan, dan ramah lingkungan. Dia juga berpikir bahwa situs pariwisata harus mengizinkan drone terbang jika tidak ada pengunjung yang datang. Dan beberapa masalah hukum yang biasa dihadapi drone, dapat menentukan kawasan mana yang terbuka untuk teknologi.


Preston Ward, orang yang bekerja untuk situsnya, berpikir bahwa livestreaming akan lebih popular. “sangat menarik untuk melihat perkembangan selanjutnya,” ujarnya, “Saya pikir sangat sulit untuk mengkonsepkan dampak yang akan terjadi.”


Tentunya, “virtual tourism” seperti ini memiliki kekurangan juga. Misalnya yang sederhana saja, turis virtual tidak dapat mencicipi makanan khas tempat tersebut, atau beramah-tamah dengan warga lokal. Hal-hal tersebut tidak bisa mereka rasakan dengan kacamata virtual-reality.


Masalah lainnya, sistem Hlavacs akan “bertubrukan” dengan regulasi drone di negara yang ia kunjungi. Juga, dapat membahayakan orang lain saat terbang di tempat ramai.


Seperti yang dirasakan Henry Evans, salah satu orang yang beruntung mencoba sistem Hlavacs itu, “Mereka tidak aman di dalam museum atau berada dalam jarak dekat dengan orang lain,” ujar Evans yang mencoba mengunjungi destinasi jauh dari kediamannya di California. Ia juga menganggap sistem tersebut tidak mungkin dapat bekerja dengan baik tanpa adanya operator profesional.


Sejauh ini, Hlavacs baru menguji sistemnya secara lokal, di sebuah lapangan terbuka dan di jalan raya yangs sempit. Dia berencana untuk membuat software bekerja melampaui jarak yang jauh; jika terlalu banyak lag di antara drone dan kacamata, pemakainya bisa merasa pusing.


Tapi, Tetap Jadi Inovasi yang Ditunggu-tunggu kok!


Sekalipun memiliki kekurangan, tentunya inovasi seperti virtual tourism ini sangat dinantikan oleh orang lain. Inovasi ini seakan menjadi sebuah harapan atau kabar baik bagi mereka yang tidak bisa jalan-jalan ke tempat yang jauh karena berbagai alasan.


“Satu aspek besar dari hal ini adalah penyertaan: untuk mereka yang tidak memiliki cukup budget untuk jalan-jalan, mereka yang berkebutuhan khusus, mereka yang kurang bisa meluangkan waktu karena alasan tertentu,” ujar Hlavacs.


Hlavacs baru mencoba sistemnya tersebut di sebuah lapangan terbuka dan jalanan perkotaan. Dia berkata, “Di seluruh dunia, orang-orang dapat bergabung dalam sistem ini jika mereka mau dan memiliki sebuah drone.”


Kamu mau bergabung dan melakukan “Virtual Tourism”? Beli drone dulu yuk! Cek koleksi drone yang kami punya di sini. Ada berbagai penawaran menarik untuk Solo smart drone dari 3DR. Dengan begitu, kamu jadi siap untuk ambil bagian dari inovasi ini deh!


Jangan lupa juga untuk mengikuti sosial media Halo Robotics, Facebook, Twitter, Instagram, dan Google+ untuk informasi teknologi menarik lainnya!


More Questions? Contact us and we would be happy to connect further about drone solutions and services:

enterprise@halo-robotics.com

+62811-8549-888

www.halorobotics.co.id

BETTER BUSINESS THROUGH TECHNOLOGY

Pondok Pinang Center, Block C16-18

South Jakarta, Indonesia 12310

Offices: +6221 7699 123
WhatsApp: +6281 18 549 888

enterprise@halo-robotics.com

  • White Instagram Icon
  • White YouTube Icon
CONTACT US:

If you would like to learn more or schedule a demo, please feel free to contact us to connect further.

© 2020 by PT. Halo Indah Permai (Halo Robotics)