Drone Butuh Regulasi yang Lebih Jelas?

Drone menjadi sebuah teknologi canggih yang dapat dimiliki semua orang, segera mungkin di masa depan. Penggunaanya sudah meluas hingga ke berbagai bidang, seperti perfilman, pertanian, pemetaan, dan peliputan berita, dan akan terus meluas ke berbagai bidang lainnya karena drone merupakan teknologi serbaguna. Bahkan drone dapat menjadi alat yang bisa menghasilkan uang untuk penggunanya.

Drone seperti SOLO smart drone dari 3DR sangat mudah digunakan oleh pemula, menandakan bahwa perusahaan berusaha membuat semua orang bisa menerbangkan drone tanpa perlu latihan bertahun-tahun. Ditambah kini, banyak perusahaan drone juga mulai membuat drone dengan harga murah dan desain unik, agar semakin banyak bisa membeli dan menerbangkan drone di langit bumi.

Malah inovasi terbaru dari teknologi drone adalah drone taxi, transportasi pribadi drone tanpa awak yang diharapkan dapat menjadi solusi kemacetan di dunia.

Membuat semua orang agar bisa memiliki dan menerbangkan drone bukanlah sesuatu yang buruk. Namun membayangkan langit biru akan dipenuhi berbagai pesawat nirawak? Coba bayangkan dahulu…

Bukan sesuatu yang buruk ketika banyak orang menerbangkan drone untuk kebutuhan komersil atau pribadinya, namun hal tersebut dapat berubah ketika pada akhirnya terjadi sesuatu yang membahayakan akibat drone tersebut, dan tidak ada peraturan yang jelas untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Drone Butuh Peraturan yang Jelas

Baru-baru ini, bandara besar di Dubai menutup penerbangannya selama 69 menit karena ada drone pribadi yang terbang dekat area mereka. Terjadi di bandara tersibuk di dunia, Dubai International Airport, dan ribuan penumpang dirugikan karena ada drone yang terbang di area bandara.

Tidak dikatakan bila drone tersebut melakukan sesuatu yang lebih selain terbang melintas di bandara. Namun, dengan terbang begitu saja di area yang sudah jelas disebutkan “no fly zones”, dapat mengganggu rencana penerbangan banyak maskapai.

Di Dubai sendiri, peraturan kepemilikan dan penggunaan drone sudah jelas dan sudah diatur. Namun, aturan yang sudah jelas saja masih bisa terlanggar (entah karena tidak tahu, entah karena hal lain), bagaimana jika drone tidak memiliki aturan yang jelas?

Peraturan melarang drone terbang di area bandara sebenarnya merupakan peraturan umum yang ada di setiap Negara, dan perlu diketahui semua pemilik drone dari berbagai belahan dunia. Pada kasus di Dubai, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut—meski tetap ada pihak yang dirugikan, dan banyak.

Namun, pernah ada insiden lain di luar negeri yang cukup membahayakan. Pada bulan April lalu, sebuah drone asing menabrak pesawat British Airways Flight yang mau mendarat di bandara Heathrow Airport. Beruntungnya, semua penumpang dan awak pesawat tidak terluka, dan pesawat tidak mengalami kerusakan apapun. Namun tetap saja, kejadian tersebut bisa sangat membahayakan pesawat berpenumpang itu.

Oleh karena itu, penting sekali peraturan yang jelas mengenai penggunaan drone, baik itu penggunaan pribadi maupun penggunaan komersil. Panduan yang ada dalam dus drone, seperti yang ada dalam dus SOLO saat kamu membelinya, memang memberikan keterangan seperti zona larangan terbang. Namun jika hanya bertumpu pada panduan yang ada dari drone, tentunya tidak efektif dalam mengatur penggunaannya. Tidak terlalu efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau hal berbahaya lainnya.

Masing-masing Negara boleh jadi memiliki peraturan drone yang berbeda karena dibuat oleh badan yang berbeda, misalnya peraturan drone di Amerika dibuat oleh FAA, sementara di Dubai dibuat oleh General Civil Aviation Authority. Sedangkan di Indonesia?

Hukum yang mengatur drone harus sebisa mungkin “berjalan seiringan” dengan kemajuan teknologi drone. Jangan sampai, hukum atau peraturannya justru tertinggal dan tidak bisa menyamai penggunaan drone yang selalu berkembang dari waktu ke waktu.

Ingat kasus penembakan drone di Amerika? FAA baru membuat hukum yang mengatur masalah tersebut ketika kasus penembakan sudah terjadi sekitar lusinan kali. Hukum baru ditetapkan ketika kasus sudah terjadi.

Dan tentunya jika peraturan sudah dibuat, harus bisa menjawab dengan jelas pada masalah penggunaan drone yang cukup membingungkan, seperti bisakah drone pribadi mengambil gambar gedung tinggi di area perkotaan—yang secara tidak langsung mengatakan bahwa drone tersebut terbang di atas banyak orang? Bisakah drone diterbangkan di atas kerumunan orang-orang berdemo untuk kebutuhan peliputan berita? Dan sebagainya, dan sebagainya….

Selain hukum atau batasan yang jelas, pengguna drone juga butuh kejelasan mengenai hal yang bisa mereka lakukan dan lokasi yang diperbolehkan menerbangkan drone. Tentunya, demi mencegah terjadinya hal yang tidak menyenangkan dan untuk menjaga agar drone tetap terbang dengan aman.

Bagaimana pun, drone tetap merupakan teknologi canggih yang dapat berguna di segala bidang. Tidak ada yang salah dengan teknologinya. Hanya butuh peraturan yang jelas terhadap benda tersebut.

Penasaran dengan drone serbaguna? Coba cek SOLO smart drone dari 3DR, drone pintar yang mudah diterbangkan siapa saja! Lihat pula koleksi bundle dan aksesorinya di Halo Robotics!

Jangan lupa juga ikuti sosial media Halo Robotics seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Google+ untuk mendapatkan informasi teknologi terkini setiap harinya.

#pesawat #Aviation #Drone #smartdrone #solo #Indonesia

0 views

BETTER BUSINESS THROUGH TECHNOLOGY

Pondok Pinang Center, Block C16-18

South Jakarta, Indonesia 12310

Offices: +6221 7699 123
WhatsApp: +6281 18 549 888

enterprise@halo-robotics.com

  • White Instagram Icon
  • White YouTube Icon
CONTACT US:

If you would like to learn more or schedule a demo, please feel free to contact us to connect further.

© 2020 by PT. Halo Indah Permai (Halo Robotics)