DJI Airsense Untuk Sektor Penerbangan

Keywords: DJI, drone, AirSense, Teknologi, Industri, Penerbangan, Aviasi


DJI menjadi tuan rumah panel ahli di bidang penerbangan, termasuk Federal Aviation Administration (FAA) Jay Merkel dan AUVSI’s Tracy Lamb, untuk membahas implementasi detektor pesawat dan helikopter di drone konsumen baru nagi industri aviasi mulai 1 Januari 2020. Setiap model drone dengan berat lebih dari 250 gram akan memasang penerima AirSense Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B).

DJI Flysafe – AirSense: The Next Step in Airspace Safety


AirSense saat ini tertanam di beberapa drone tingkat perusahaan DJI termasuk Mavic 2 Enterprise. Dalam produksi saat ini bertujuan untuk membuat tingkat keselamatan dan keamanan yang sama tersedia bagi konsumen. Alih-alih mengandalkan suara atau penglihatan, ADS-B dapat mengidentifikasi pesawat dan helikopter dari jauh, dan menampilkan lokasi pada layar remote.


Bersamaan dengan pengumuman tersebut, DJI telah menerbitkan buku putih ‘Elevating Safety’ komprehensif yang memuat 37 halaman upaya yang telah mereka ambil untuk memastikan bahwa drone dan operator mereka tetap patuh. Satu beban signifikan terhadap inovasi dalam meningkatkan langkah-langkah keselamatan adalah banyaknya penggambaran yang tidak akurat dari media tentang penggunaan drone yang ceroboh. Sebagian besar klaim, termasuk insiden di bandara Gatwick dan Newark, masih tidak berdasar.

DJI berpegang pada kenyataan bahwa data yang ada tentang keselamatan drone tidak akurat. Namun, mereka memahami bahwa mereka perlu terus fokus pada penelitian, pengembangan, pendidikan, dan advokasi untuk solusi yang akan meningkatkan keselamatan. Mereka telah menguraikan niat mereka dengan 10 poin berikut:

  1. DJI akan memasang penerima ADS-B di semua drone baru di atas 250 gram.

  2. DJI akan mengembangkan peringatan otomatis baru untuk pilot drone yang terbang pada jarak yang jauh.

  3. DJI akan membentuk Grup Standar Keselamatan internal untuk memenuhi harapan peraturan dan pelanggan.

  4. Kelompok industri penerbangan harus mengembangkan standar untuk melaporkan insiden drone.

  5. Semua produsen drone harus menginstal geofencing dan identifikasi jarak jauh.

  6. Pemerintah harus memerlukan identifikasi jarak jauh.

  7. Pemerintah harus mensyaratkan tes pengetahuan yang ramah pengguna untuk pilot drone baru.

  8. Pemerintah harus secara jelas menunjuk area pembatasan yang sensitif.

  9. Otoritas lokal harus diizinkan untuk menanggapi ancaman drone yang jelas dan serius.

  10. Pemerintah harus meningkatkan penegakan hukum terhadap operasi drone yang tidak aman.

More Questions? Contact us and we would be happy to connect further about drone solutions and services:

enterprise@halo-robotics.com

+62811-8549-888

www.halorobotics.co.id

BETTER BUSINESS THROUGH TECHNOLOGY

Pondok Pinang Center, Block C16-18

South Jakarta, Indonesia 12310

Offices: +6221 7699 123
WhatsApp: +6281 18 549 888

enterprise@halo-robotics.com

  • White Instagram Icon
  • White YouTube Icon
CONTACT US:

If you would like to learn more or schedule a demo, please feel free to contact us to connect further.

© 2020 by PT. Halo Indah Permai (Halo Robotics)