4 Pertanyaan Paling Sering Ditanyakan Mengenai DJI Mavic Pro Drone

Tak bisa diragukan lagi bahwa diantara sederet AUV lain, Mavic Pro drone dari DJI merupakan salah satu yang paling dikenal luas. Seri brand Mavic bahkan tak hanya dikenal oleh para penggemar aircraft dan drone saja (seperti halnya seri lain), namun bahkan untuk masyarakat luas. Mavic Pro dari DJI pun menjadi drone yang paling banyak digunakan untuk berbagai kepentingan berbeda.

Nah bagi Anda yang saat ini berencana untuk mencoba Mavic Pro drone, tak ada salahnya untuk lebih dulu melihat apa saja kelebihan atau pun kekurangan dari aircraft satu ini. Tak hanya itu saja, namun lebih baik melihat juga apa saja pertanyaan yang paling sering ditanyakan mengenai drone satu ini. Siapa tahu, pertanyaan yang ada di bawah ini juga mengusik rasa ingin tahu Anda mengenai DJi Mavic Pro.

4 Pertanyaan Paling Sering Ditanyakan Mengenai DJI Mavic Pro Drone

1. Ada berapa seri untuk DJI Mavic?

DJI merilis keluarga Mavic dalam beberapa seri berbeda. Mulai dari seri Pro, Pro Platinum, Pro Fly, hingga Mavic Compact dan Mavic Air yang baru saja dirilis belum lama ini. Semua seri Mavic memiliki ciri khas sendiri yakni ukuran yang ringan dan juga bisa dilipat. Ini menjadikan seri drone dari DJI tersebut dianggap yang paling compact dan cocok untuk dibawa berpetualang.

Selain ciri khas ukuran yang ringan, sederet seri untuk Mavic Pro drone juga memiliki karakteristik blade yang cukup tajam. Hal ini sering menjadi masalah untuk seri Mavic Compact, dimana blade yang tajam tersebut dapat melukai pengguna. Namun disisi lain, blade yang tajam membantu proses terbang aircraft jadi lebih baik.

2. Mengapa DJI Mavic Pro dikenal dengan transmisi live videonya?

Transmisi live video memang salah satu unsur yang menjadikan DJI Mavic Pro dikenal luas. Drone satu ini misalnya, dihadirkan dengan sistem transmisi terbaru dari DJI, OcuSync yang membuat Mavic Pro mampu menyiarkan video secara langsung dengan kualitas 1080 piksel atau pun 720 piksel HD. Tak itu saja, lebih menarik lagi karena semua sistem transmisi video yang menghasilan gambar dengan definisi tinggi tersebut dapat dilakukan hingga ketinggian 4.3 miles atau 7 kilometer.

Jarak yang jauh ini tentu saja menjadi daya tarik mengingat sistem transmisi dari drone lain hanya mampu sekitar 1,25 miles saja.

3. Berapa ketinggian maksimal untuk DJI Mavic Pro Drone?

Selain transmisi video streaming berkualitas baik dengan jarak yang jauh, satu hal lain yang menjadi daya tarik dari Mavic Pro drone ada pada ketinggian maksimal yang bisa dicapai. DJI mengklaim seri Pro ini mampu terbang hingga 16,404 kaki atau 5000 meter di atas permukaan laut. Bukan angka yang main-main tentunya.

Selain itu untuk mencapai ketinggian tersebut, DJI Mavic Pro akan menggunakan altitude maksimal 100 kaki per menit. Lebih dari altitude tersebut, drone masih bisa menanjak naik namun lebih lambat. Cukup baik bukan?

4. Bagaimana dengan Collision Avoidance System?

Mavic Pro menjadi salah satu drone dengan Collision Avoidance System terbaik. DJI membekali aircraft satu ini dengan vision dan ultrasonic sensor dalam sistem bernama FlightAutonomy. Sistem ini membuat drone bisa membaca adanya rintangan sejak masih berjarak 49 kaki atau 15 meter jauhnya. Selain itu, FlightAutonomy juga memiliki sistem untuk memindai objek secara 3D, sehingga aircraft bisa memutuskan untuk memutar atau bahkan menghindar saja dari halangan tersebut.

#DJImavicpro #MavicProdrone

0 views

BETTER BUSINESS THROUGH TECHNOLOGY

Pondok Pinang Center, Block C16-18

South Jakarta, Indonesia 12310

Offices: +6221 7699 123
WhatsApp: +6281 18 549 888

enterprise@halo-robotics.com

  • White Instagram Icon
  • White YouTube Icon
CONTACT US:

If you would like to learn more or schedule a demo, please feel free to contact us to connect further.

© 2020 by PT. Halo Indah Permai (Halo Robotics)